Bijak Menggunakan Media Sosial
Bijak Menggunakan Media Sosial
5 (100%) 1 vote[s]

Beberapa peristiwa yang terjadi di media sosial belakangan ini, membuat banyak orang heboh. Menjadi sibuk mengurusi urusan orang lain, sibuk mengomentari, bahkan menghina secara langsung di media sosial. Padahal jika kita semua mau berpikir dengan bijak? Apa diri kita nggak seperti yang dicela? Apa kita sudah lebih baik dari mereka? Belum tentu lho.

Dinda bukanlah seorang artis, tapi eksistensinya beberapa hari di dunia maya membuat gempar banyak pengguna media sosial. Siapa yang membuat gempar? Jelas kita sendiri lho. Mengapa kita selalu reaktif ketika mendengar suatu informasi, atau hal-hal yang seolah-olah buruk di mata kita dan itu dilakukan orang lain? Dinda yang menyatakan secara langsung kebenciannya kepada ibu-ibu hamil karena selalu mendahuluinya ketika dalam kendaraan umum, harus menerima sanksi sosial berupa hinaan dari banyak pengguna media sosial. Semua orang reaktif menanggapi Dinda, tapi apa harus seperti itu ya?

Interaksi di media sosial memang cenderung lebih emosional dibanding ketika seseorang berkomunikasi atau bertemu secara langsung. Tapi apa itu jadi pembenaran buat kita? Nah, supaya kalian semua nggak asal reaktif dalam menanggapi setiap isu atau informasi di media sosial, ada baiknya kalian memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Perhatikan Isu atau Informasi yang Muncul

Nggak baca detail, tau-tau komentar. Nggak tau dengan jelas isu yang muncul, tau-tau komentar. Mungkin memang itu sifat dasar manusia, tapi coba deh mulai sekarang, kamu lebih teliti, dalam membaca atau mencari tahu seputar isu yang muncul. Karena belum itu isu memang benar. Siapa tahu Cuma HOAX kan? Makanya lebih teliti dan perhatikan benar-benar isunya.

2. Lihat Situasi & Kondisi

Biasanya orang-orang komentar suatu hal nggak kenal waktu, situasi, dan kondisi. Hal yang satu ini memang sulit, karena nggak ada aturan yang bisa membatasi pengguna media sosial dalam berinteraksi dan beraktivitas. Kecuali memang hal ini datang dari kesadaran diri sendiri, tentu masih bisa dibatasi. Bayangin deh, kalau ada yang salah tweet atau posting sesuatu tengah malam. Lalu banyak yang mengomentari nggak jelas. Tentu akan mengganggu banyak pengguna media sosial lainnya.

3. Berpikir Sebaliknya

Banyak orang yang sering berkomentar  asal sehingga menyakiti perasaan orang lain. Nggak sedikit juga yang ceplas-ceplos sehingga orang lain merasa risih dan terganggu secara privasi. Ini sebenarnya yang terjadi pada Dinda. Nggak salah apa-apa, hanya posting tapi orang-orang yang selalu merasa benar langsung menyerangnya.

Coba deh kamu berpikir ada di posisi Dinda, menjadi orang yang mempunyai bayak musuh dalam semalam. Gimana perasaanmu? Nggak enak kan?  Bertukar posisilah dengan orang tersebut, sehingga  kamu akan berpikir dua kali jika ingin mengomentari status atau postingan orang lain.

Bijak Menggunakan Media Sosial
Ditag pada: