|
WARGA Desa Tanjung Aur dan Desa Air Bacang dalam Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, sejak dua hari terakhir takut menjalani aktivitasnya ke kebun dan ladang jejak harimau Sumatra (Phantera Tigris Sumatrae) terlihat tak jauh dari desa.
Bermula adanya beberapa warga menyaksikan seekor harimau berukuran besar memangsa ternak kambing di desa Air Bacang pada malam hari. Atas saran dari petugas Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Bogor yang sedang berada di wilayah itu, warga mengusir harimau itu dengan bom molotov. Suara ledakan dan api unggun pada malam hari diharapkan bisa membuat raja hutan tersebut takut, selain itu juga untuk menghindarkan terancamnya jiwa harimau dari jerat dan tembakan warga yang takut sekaligus marah. Sebelumnya memang sudah diperingatkan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu untuk tidak membunuh hewan dilindungi itu. Namun sebaliknya, upaya pengusiran tersebut membuat harimau itu makin marah dan memangsa ternak serta anjing peliharaan masyarakat setempat secara terang-terangan. Pemkab Kaur melalui instansi berwenang (Dinas Kehutanan) telah melakukan kerja sama dengan unsur Muspida untuk mengatasi keresahan warga tersebut, kata Humas Pemkab Kaur, Hanibal Saleh.*** (dari berbagai sumber) E-mail
|
- Harap memberi komentar yang berkaitan dengan isi artikel.
- Penggunaan kata-kata kasar/tidak sopan akan dikoreksi atau DIHAPUS.
- Jangan menyalin seluruh isi situs kamu kedalam komentar. Beberapa bagian akan dihilangkan.
- Pastikan selalu me *Refresh* untuk menampilkan kode keamanan terbaru, sebelum kamu meng-klik tombol 'send'.
- Perlu diingat bahwa proses tersebut diatas hanya diterapkan jika kamu mengalami kesulitan/gangguan dalam memasukkan kode keamanan.
|
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |