SAAT ini hampir sebagian besar toilet di rumah, kantor dan tempat umum sudah lebih banyak menggunakan kloset duduk dibandingkan kloset jongkok. Kloset duduk mulai dikenalkan dari budaya warga barat sebagian besar menggunakan kloset duduk. Meskipun kini beberapa negara Asia dan Eropa Timur sudah mulai mengadopsi kebiasaan tersebut, namun masih sangat lazim dijumpai kloset jongkok. Sebenarnya, mana yang lebih sehat antara kloset duduk atau kloset jongkok, Healthspace, Selasa (26/1/2010) mengungkapkan pro dan kontra dua jenis kloset ini.
Kloset duduk
Kloset ini sangat baik digunakan pada orang yang telah mengalami penurunan fleksibilitas dan kekuatan otot, kelebihan berat badan serta orang yang keseimbangannya buruk. Kloset duduk juga mencegah kontak langsung dengan bau dan kutu saat tersambung ke limbah saniter yang tepat.
Kerugian dari kloset ini adalah memicu beberapa masalah medis dan tempat penyebaran bakteri atau virus yang dapat menginfeksi manusia. Seperti wasir, panggul prolapse (turun panggul) pada perempuan, radang usus buntu, inkontinensia, masalah prostat dan disfungsi seksual, dermatitis atau iritasi kulit.
Kloset jongkok
Kloset duduk sangat bagus untuk mencegah wasir, mengurangi tekanan yang diperlukan saat buang air besar serta mengobati sembelit.
Pengguna kloset jongkok lebih baik dalam hal mengembangkan otot kaki dan punggung. Kloset jongkok juga mencegah penularan berbagai penyakit atau infeksi karena tidak terjadi kontak langsung antara permukaan koset dengan tubuh.
Kerugian dari kloset ini adalah dapat menimbulkan ketidaknyamanan terutama bagi orangtua, orang cacat atau obesitas karena kloset jongkok diduga bisa memicu timbulnya artritis dan meningkatkan tekanan pada lutut. Tapi hal ini bisa dicegah dengan meletakkan sepenuhnya kedua telapak kaki di lantai dan postur tubuh yang tepat.
Pendapat bahwa kloset duduk lebih bermartabat dibanding kloset jongkok adalah salah. Kesan ini mungkin muncul karena sering kurang diperhatikan sistem sanitasi serta pengelolaan limbah yang baik untuk menghindari kontaminasi tanah dan air. Sanitasi yang buruk bisa menjadi salah satu penyebab utama penyakit dan kematian bayi di beberapa negara berkembang.***
Selamat!, Kita telah mendapat penghargaan dari ICT-Watch,simak beritanya disini
Trimakasih Atas Donasi Anda.
Seluruh Donasi Anda sepenuhnya untuk pengembangan situs ini.
DIPERBOLEHKAN mengutip,menyalin,memperbanyak, dan menyebarluaskan sebagian maupun keseluruhan isi situs ini dengan cara apapun dengan menyertakan identitas bocah.info dan/atau me-link secara langsung ke bocah.info atau sumber lainnya